Postingan

SYATAN ADALAH SIFAT BUKAN MAKHLUK

SYAITAN ADALAH SIFAT BUKAN MAHKLUK Kata syaithan ( setan ) terambil dari akar kata syathana, yang berarti “jauh” karena yang bersangkutan jauh dari rahmat Tuhan. Ada juga pendapat yang menyatakan, bahwa kata itu terambil dari akar kata syaatha, yang berarti “terbakar” boleh jadi karena ia akan terbakar di neraka dan juga membakar hati dan fikiran untuk berbuat hal2 yg dilarang oleh Allah sehingga hati tidak menjadi tenang ( terbakar ). Atau dari kata syatha , yang berarti “tepi”, karena ia berada di tepi. Ini bersumber dari konsep bahwa segala yang baik berada di tengah dan yang di tepi (ekstrem kiri atau kanan) adalah buruk. Syetan adalah Sifat yang mengajak kepada keburukan dengan  gambaran yg disenangi oleh hawa Nafsu … Ia tidak terbatas pada jin atau makhluk halus, tetapi juga boleh jadi manusia.. QS al-An’am (6) : 112 menjelaskan bahwa “setan dan jin dan manusia saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk memperdaya.” Atas dasar ini, ulama merumuskan bahwa ...

Tauhed dzat

TAUHIDU DZAT Ketika semua makhluk belum ada, bumi dan langit belum diciptakan, surga dan neraka belum ada. Kondisi itu oleh kalangan para ahli tasawuf di dikenal dengan sebutan “ Alam Sunyi“. Pada keadaan Alam Sunyi tersebutlah Dzat berdiri  dengan nur-Nya dan dengan Nur-Nya itu Zat berdiri dengan sendirinya , tanpa sebab yang menyebabkannya. Tahap selanjutnya dari Nur-Nya timbullah sifat Ujud dari Dzat yang berarti Ada, Dan mulai saat itu dzat tersebut menjadi ada dengan sifat Ujudnya atau Adanya dzat tersebut dengan sifat ujud-Nya tersebut . Sehingga tanpa sifat ujud itu, Zat hanyalah Zat semata-mata karena belum ada sifat yang menyebabkan adanya. Dengan telah adanya sifat Ujud yang berarti Ada, Ada-Nya Zat itu dimulai dengan terpancarnya Nur dari dzat, sehingga Nur  yang terpancar dari Zat adalah sesuatu yang membuktikan Adanya Zat. Tanpa Nur yang memancar dari dzat, sifat Ujud dari dzat tidak boleh dibuktikan. Ini merupakan pemahaman yang sangat penting, karena sebaga...

HAKIKAT AKAL DAN NAFSU

Hakikat Akal dan Nafsu Allah menciptakan akal dan kemudian berfirman, ”Wahai akal menghadaplah engkau.” Maka akal pun menghadap Allah, kemudian Allah berfirman,”Wahai akal berbaliklah engkau.” Lalu akal pun berbalik. Kemudian Allah berfirman, “Wahai akal siapakah aku?” Lalu akal pun menjawab, “Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu yang lemah.” Lalu Allah berfirman,”Wahai akal, tidak aku ciptakan makhluk yang lebih mulia dari engkau.” Setelah itu Allah menciptakan nafsu, Allah pun berfirman, “Wahai nafsu, menghadaplah kamu.” Nafsu tidak menjawab sepatah kata pun malah mendiamkan diri. Kemudian Allah berfirman lagi, “Siapakah engkau, siapakah aku?” Lalu nafsu berkata, “aku adalah aku, engkau adalah engkau.” Setelah itu Allah menghukum nafsu selama 1000 tahun di neraka yang sangat panas! Kemudian Allah mengeluarkannya dan berfirman, “Siapakah engkau dan siap...

IBLIS SANG PECINTA SEJATI

Iblis Sang Pencinta Sejati Judul Asli : ﺇﺑﻠﻴﺲ ﺣﺒﻴﺐ ﺻﺤﻴﺢ Anugerah tertinggi sang kekasih bagi sang pencinta rasa damai tidak bisa diperoleh oleh hati yang masih membenci,kendati ditujukan kepada iblis atau syetan, demikianlah seorang sufi wanita Rabi’ah Al Adawiyah tidak menyisakan ruang di dalam hatinya untuk membenci setan.,Ketahuilah, Bahwa hakikat segala sesuatu adalah Allah Azzawajallahu, demikian juga dengan hakikat iblis… Iblis bukanlah makhluk yang patut dibenci, Al-Hallaj mengakui bahwa iblis adalah figur sang pencinta sejati, seorang yang teguh, ia adalah sang mursyid bagi para malaikat-Nya.. Iblis adalah sosok “ figur sempurna ” bagi para pencinta Kebenaran , kecintaan mutlaknya kepada yang Maha pencipta alam semesta, tidak diragukan lagi.. ujian penderitaan dari sang kekasih diterimanya tanpa bertanya dan menentang . Hazrat Sarmad menganjurkan manusia agar ber...

قد كفني علم ربي

ﻗَﺪْ ﻛَﻔَﺎﻧِﻲ ﻋِﻠْﻢُ ﺭَﺑِّﻲ Cukup bagiku pengetahuan Tuhanku ﻣِﻦْ ﺳُﺆَﺍﻟِﻲ ﻭَﺍﺧْﺘِﻴَﺎﺭِﻱ Daripada permintaan dan usahaku ﻓَﺪُﻋَـﺎﺋِﻲ ﻭﺍﺑْﺘِﻬـَﺎﻟِﻲ Doa serta permohonanku ﺷَـﺎﻫِﺪٌ ﻟِﻲ ﺑِﺎﻓْﺘِﻘَﺎﺭِﻱ Sebagai bukti pada kefakiranku ﻓَﻠِﻬَﺬَﺍ ﺍﻟﺴِّﺮّ...

Suluk jebeng sunan bonang

TERJEMAHAN SULUK JEBENG SUNAN BONANG JEBENG 1 Betapapun besar rindu kepada Allah sesungguhnya mustahil, anakku menyusunnya dalam sebuah puisi sekedar ingin menjadi orang mulia dengan baris baris ini,anakku ingin kukenali Allah Maha Besar Aku melithatNya ,anakku lihatlah Aku pasti Akupun melihatmu JEBENG 2 Apabila ingin mengenal Allah anakku,pandanglah dirimu baik baik sebagai penggantiNya namun jangan salah paham jasmanimu itu mahluk kalau dipandang mirip sama namun dalam tauhid harus waspada hal itu ibarat debu dengan tanah,anakku atau seperti dengung dengan suaranya JEBENG 3 Bagai sebutir telur yang bergelindingan, anakku tak ada tepinya sungguh membingungkan akhirnya menjadi ayam lengkap dengan bulunya kalau diterangkan,anakku hendaklah engkau berhati-hati sebab hal itu rumit hendaklah diteliti sebab hal itu sulit JEBENG 4 Yang membingungkan dari dunia ini menurutku,anakku ialah dalam memahaminya rupa Tuhan bagaimana sebenarnya rupa Tuhan? diba...

MAKNA & HAKIKAT DO'A

Gambar
MAKNA & HAKIKAT DO'A “Bagaimana mungkin permintaanmu yang baru datang belakangan akan bisa mengubah anugerahNya yang terdahulu?” Inilah ketegasan tauhid kita untuk memahami hubungan antara doa dan takdir.  Banyak para hamba Allah Swt yang merasa ada kontradiksi yang mempengaruhi batin mereka, gara-gara belum tuntasnya antara ikhtiar, doa dan takdir. Dengan sejumlah pertanyaan, apakah takdir itu bisa diubah dengan doa dan usaha?  Kalau bisa berarti Allah Swt tergantung pada hambaNya. Kalau tidak bisa apakah makna dibalik perintah doa dan ikhtiar itu? Dalam bahasa Sufistik, soal ikhtiar, doa dan takdir dilihat dari dimensi hakikatnya. Bahwa secara hakikat, upaya dan doa itu tidak akan menjadi sebab terwujudnya takdir, dan tidak akan mengubah takdir. Mengapa demikian? Karena takdir Allah Swt, dengan semua ketentuanNya telah mendahului ikhtiar dan doa kita. Bagaimana mungkin, sesuatu yang baru (berupaya upaya dan doa kita) bisa mengubah sesuatu yang mendahului  (ketentua...